| Lidaf’il Bala di Rabu Terakhir Shafar 1430H |
|
|
| Senin, 23 Februari 2009 10:42 |
|
Ada sebuah buku berjudul “Kanzun Najah” karangan Syekh Abdul Hamid Kudus yang pernah mengajar di Makkatul Mukaramah. Dalam buku tersebut diterangkan bahwa telah berkata sebagian ulama ‘arifin dari ahli mukasyafah (sebutan ulama sufi tingkat tinggi), bahwa setiap hari Rabu di akhir bulan Shafar diturunkan ke bumi sebanyak 360.000 malapetaka dan 20.000 macam bencana.
Bagi orang yang melaksanakan shalat Rebo Wekasan atau shalat tolak bala pada hari tersebut sebanyak 4 raka’at satu kali salam atau 2 kali salam dan pada setiap raka’at setelah membaca surat Al Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat Al Kautsar 17 kali, surat Al Ikhlas 5 kali, surat Al Falaq 2 kali dan surat An Nas 1 kali. Setelah selesai shalat dilanjutkan membaca do’a tolak bala, maka orang tersebut terbebas dari semua malapetaka dan bencana yang sangat dahsyat tersebut. Tahun 1430 H ini, insya Allah hari Rabu terakhir bulan Shafar jatuh pada tanggal 25 Februari 2009 pelaksanaannya ba’da sholat isyroq (Shalat tanda bersyukur nikmat atas masih berjumpanya kita dengan matahari pagi) sekitar pukul 06.15 WIB. Setelah Sholat membaca istighfar: Aku memohon ampun kepada Allah yang Tiada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup dan Maha Tegak dan aku bertaubat kepada-Nya dengan taubatnya seorang hamba yang dzalim yang tidak berkuasa terhadap dirinya sendiri baik dari bahaya, manfaat, kematian, kehidupan dan kebangkitan. Dan tiada daya maupun upaya kecuali dengan (izin) Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Lalu membaca doa berikut (3 kali): Ya Allah curahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada tuan kami Muhammad dan tolaklah bala mubrom dari kami, sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu. Yaa Allah Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dengan seluruh kalimatMu yang sempurna dari angin merah dan dari pnyakit yang besar di dalam diri, darah, daging, tulang, kulit bahkan keringat. Mahasuci Engkau yang jika Engkau memutuskan sesuatu Engkau mengatakan kepadanya ‘jadilah’ maka menjadilah ia. Allah Maha Besar. Allah Maha Besar. Allah Maha Besar. Dengan rahmat-Mu wahai Yang Paling Besar Kasih Sayangnya. |











