DEPAN Oase Muhasabah Akhir Ramadhan 1430 H
Kamis, 11-03-2010
Muhasabah Akhir Ramadhan 1430 H Cetak E-mail
Kamis, 17 September 2009 17:11
Ya Allah...
tak terasa ramadhan kan segera berlalu...
kami sedih, berat harus berpisah dengan ramadhan...
bulan yang penuh rahmat & ampunan Mu bulan dimana pahala Kau lipat gandakan namun kami belum memaksimalkan ramadhan kami masih sering lalai, malas dan tak peduli ganjaran yang Kau tawarkan.

Kini kami menyesal
ampunilah kami yang masih terlalaikan dunia sehingga melupakan fadhilah ramadhan, bulan yang kami tunggu lama

ampunilah kami yang masih juga berbuat maksiat di bulan suci ini

Seharusnya dengan didikan ramadhan kami bisa menahan diri dari maksiat mata, telinga, perasaan dan maksiat lainnya namun:
kami belum bisa menjaga mata kami dari semua yang harusnya tak boleh kulihat
kami belum bisa menjaga telinga kami dari semua yang tak boleh kami dengar
kami belum bisa menjaga qalbu kami dari perasaan yang tak halal...
seharusnya kami lebih peka sosial, namun mata qalbu kami masih buta
kami lebih banyak mengeluh daripada bersyukur
kami lebih banyak mengumbar hawa nafsu daripada menahannya
kami lebih banyak membuang waktu daripada memaksimalkannya
namun kami tak bisa menyembunyikan bahagia kami akan datangnya syawal...

ya Allah...
terimalah puasa kami, meski puasa kami masih didominasi hawa nafsu, masih lebih memikirkan makanan daripada ibadah,
terimalah shalat kami, meski kami sering tidak ikhlas & tidak khusyu’ saat melakukannya
terimalah tilawah kami, meski kami sering salah dan terburu-buru dalam membacanya
terimalah shadaqah kami, meski kami sering melakukannya karena terpaksa

dengan rahmatMu sempurnakanlah ibadah kami yang jauh dari sempurna
terimalah ibadah kami meski tak layak Engkau terima
berikanlah kami hidayah agar kami dapat melakukannya yang lebih baik lagi

ya Allah...
ampuni dosa kami...
sucikan qalbu kami...
jadikan kami kembali suci...
pertemukan kami dengan ramadhan yang akan datang kami kan berusaha lebih baik lagi...
dari ramadhan yang sekarang..

ampuni kami ALLAH...
sebentar lagi gemuruh I’tikaf tidak kami temukan lagi
sebentar lagi riuh rendah suara tilawah tidak kami dengar lagi
sebentar lagi berlomba dalam shadaqah tidak kita jumpai lagi
sebentar lagi orang tidak lagi peduli bangun malam karena tidak ada kepentingan
sebentar lagi qiyamullayl ditinggalkan
sebentar lagi maksiat merebak lagi tanpa malu-malu
sebentar lagi beberapa stasiun TV yang tadinya soleh, sopan dan penuh hikmah akan muncul dengan karakter aslinya yang memperdaya, taushiyah semakin jarang terdengar

Lindungilah kami dari himpitan maksiat
selamatkanlah kami dari amukan setan yang dilepas ikatannya
jadikanlah ramadhan selalu ada di qalbu kami
istiqamahkan kami dalam jamaah yang dapat mempertahankan iman kami

Meski Ramadhan meninggalkn kami tapi janganlah Kau tinggalkan kami yaa Allah...

(ltf) 

 
Please register or login to add your comments to this article.
Copyright © 2009 Qalbu.net