Ya Allah... tak terasa ramadhan kan segera berlalu... kami sedih, berat harus berpisah dengan ramadhan... bulan yang penuh rahmat & ampunan Mu
bulan dimana pahala Kau lipat gandakan namun kami belum memaksimalkan ramadhan kami masih sering lalai, malas dan tak peduli ganjaran yang Kau tawarkan. Kini kami menyesal ampunilah kami yang masih terlalaikan dunia sehingga melupakan fadhilah ramadhan, bulan yang kami tunggu lama ampunilah kami yang masih juga berbuat maksiat di bulan suci ini Seharusnya dengan didikan ramadhan kami bisa menahan diri dari maksiat mata, telinga, perasaan dan maksiat lainnya namun: kami belum bisa menjaga mata kami dari semua yang harusnya tak boleh kulihat kami belum bisa menjaga telinga kami dari semua yang tak boleh kami dengar kami belum bisa menjaga qalbu kami dari perasaan yang tak halal... seharusnya kami lebih peka sosial, namun mata qalbu kami masih buta kami lebih banyak mengeluh daripada bersyukur kami lebih banyak mengumbar hawa nafsu daripada menahannya kami lebih banyak membuang waktu daripada memaksimalkannya namun kami tak bisa menyembunyikan bahagia kami akan datangnya syawal... ya Allah... terimalah puasa kami, meski puasa kami masih didominasi hawa nafsu, masih lebih memikirkan makanan daripada ibadah, terimalah shalat kami, meski kami sering tidak ikhlas & tidak khusyu’ saat melakukannya terimalah tilawah kami, meski kami sering salah dan terburu-buru dalam membacanya terimalah shadaqah kami, meski kami sering melakukannya karena terpaksa dengan rahmatMu sempurnakanlah ibadah kami yang jauh dari sempurna terimalah ibadah kami meski tak layak Engkau terima berikanlah kami hidayah agar kami dapat melakukannya yang lebih baik lagi ya Allah... ampuni dosa kami... sucikan qalbu kami... jadikan kami kembali suci... pertemukan kami dengan ramadhan yang akan datang kami kan berusaha lebih baik lagi... dari ramadhan yang sekarang.. ampuni kami ALLAH... sebentar lagi gemuruh I’tikaf tidak kami temukan lagi sebentar lagi riuh rendah suara tilawah tidak kami dengar lagi sebentar lagi berlomba dalam shadaqah tidak kita jumpai lagi sebentar lagi orang tidak lagi peduli bangun malam karena tidak ada kepentingan sebentar lagi qiyamullayl ditinggalkan sebentar lagi maksiat merebak lagi tanpa malu-malu sebentar lagi beberapa stasiun TV yang tadinya soleh, sopan dan penuh hikmah akan muncul dengan karakter aslinya yang memperdaya, taushiyah semakin jarang terdengar Lindungilah kami dari himpitan maksiat selamatkanlah kami dari amukan setan yang dilepas ikatannya jadikanlah ramadhan selalu ada di qalbu kami istiqamahkan kami dalam jamaah yang dapat mempertahankan iman kami Meski Ramadhan meninggalkn kami tapi janganlah Kau tinggalkan kami yaa Allah... (ltf) |