DEPAN Nasional Muballigh Sawahlunto Berlatih
Kamis, 11-03-2010
Muballigh Sawahlunto Berlatih Cetak E-mail
Senin, 07 September 2009 12:08
Sawahlunto - Kota Sawahlunto Sumatera Barat yang kecil tapi indah ini ternyata memiliki potensi semangat keberagamaan yang kuat. Ini terlihat dari kegiatan pelatihan muballigh yang diselenggarakan atas prakarsa Bapak Djusman Badu yang merupakan seorang putra daerah yang sangat peduli dengan tanah kelahirannya dan juga seorang pengusaha sukses di Jakarta ini bekerjasama dengan pemerintahan setempat.

Muballigh yang diundang ada sekitar 200 orang dari berbagai kecamatan yang ada di Sawahlunto.

Acara yang berlangsung selama 2 hari ini yang dimulai tanggal 5 - 6 September 2009 merupakan pelatihan pertama yang diadakan di Kota Sawahlunto karena itu hal ini sangat disambut baik oleh Walikota Sawahlunto Bapak Ir. H. Amran Nur. Dalam sambutannya beliau sangat mengharapkan bahwa dari para muballigh ini dapat menjadi ujung tombak untuk membantu mewujudkan kota Sawahlunto ini sebagai kota yang maju dalam berbagai aspek baik pariwisatanya maupun aspek-aspek lain dan menjadikan Islam sebagai the way of life dalam kehidupan masyarakatnya.

Beliau juga sedang mengusahakan Perda agar anak-anak yang akan masuk SMP atau Tsanawiyah diwajibkan harus sudah khatam Al-qur'an dan minimal hafal 1 juz.

Visi dari walikota ini sangat disambut baik oleh semua peserta dan undangan serta ustadz Wahfiudin dan tim Radix yang diundang sebagai narasumber & fasilitator untuk pelatihan ini.

Dalam seremoni pembukaan ini juga disampaikan oleh Bapak Djusman Badu selaku sponsor acara ini dan orang yang mengundang ustadz Wahfiudin beserta tim Radix-nya berharap agar pelatihan ini bisa mempertebal iman kita sehingga menjadi manfaat untuk semua pihak.

Materi-materi yang disampaikan lebih bersifat pembukaan wawasan terhadap kondisi zaman saat ini dan bagaimana peran para muballigh yang efektif di masyarakat modern yang serba kritis dan ilmiah.

Bahkan ustadz Wahfiudin juga sedikit membakar semangat para muballigh di tanah Minang ini dengan menanyakan kemana para cendikiawan-cendikiawan muslim hebat seperti Bung Hatta, Sutan Takdir Alisyahbana, Muhammad Yamin, Buya Hamka, dan lain-lain yang pada saat itu sangat diperhitungkan karena karya-karya mereka yang sangat me-nasional, karena saat ini hampir sudah tidak terdengar lagi nama-nama besar tersebut yang berasal dari tanah Minang.

Dalam penutupan acara kepala kantor Dep. Agama Bapak Drs. H. Darmuis berharap agar pelatihan seperti ini bisa diadakan lagi dan bersifat continue di kota Sawahlunto untuk membina para muballigh-muballigh dan guru-guru setempat. Disamping itu akan diusahakan juga di masa datang bahwa dalam setiap masjid ada laptop, LCD projector dan internet sehingga memudahkan muballigh dalam mencari informasi-informasi untuk keperluan dakwah.

Akhirnya semua berharap agar Indonesia dimasa datang menjadi bangsa yang besar dan memiliki integritas yang tinggi serta memiliki nilai-nilai spiritual yang tinggi sebagaimana yang diharapkan para pahlawan-pahlawan kita yang gugur dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

(hyu)

 
Please register or login to add your comments to this article.
Copyright © 2009 Qalbu.net