| Jum'at Ibadah dengan Pencerahan Qalbu di Pemkab. Gowa |
|
|
| Jumat, 31 Juli 2009 15:11 |
GOWA - Kamis 30 juli 2009 kami berangkat ke makasar dengan garuda jam 10.35. wib dan tiba dimakasar 13.55 Wita. Tiba dimakasar telah ditunggu oleh Bp.H Firdaus dan Bp. Syamhari (panitia acara pencerahan qalbu, jum’at ibadah).
Kami langsung menuju hotel clarion, hotel yang terbilang baru di Makasar untuk rehat sejenak dan bersih-bersih badan, karena maghrib rencanya ust. Wahfiudin akan menghadiri acara dzikir dan tausiyah di kantor Bank Syariah Mandiri Makasar. Alhamdulillah perjalanan dari bandara Sultan Hasanudin menuju hotel terasa singkat karena diiringi dengan humor-humor segar dari panitia penjemputan.Ust Wahfiudin mengimami salat maghrib dan dzikir di kantor BSM Makasar. Selepas shalat maghrib ust Wahfiudin memberikan tusiyah dengan tema Isra’ Mi’raj. Terlihat antusiasme karyawan BSM Makasar dalam menyimak materi yang disampaikan. Dalam kajian tersebut Ust. Wahfiudin menekankan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj bukanlah turunnya perintah shalat yang selama ini dipahami sebagian orang, karena jauh sebelum Nabi Muhammad hadir di bumi, nabi-nabi sebelumnya sudah melakukan perintah shalat. Isra’ Mi’raj adalah turunnya perintah shalat yang 5 (5 waktu). Peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi saat Rasulullah sedang dalam keadaan berduka karena baru ditinggal oleh istrinya Siti Khadijah yang memback up dakwah beliau dalam hal financial dan Abu Thalib dalam hal politik. Seakan-akan Allah ingin menghibur dan meyakinkan bahwa kekuasaan Allah lebih besar dari yang lain. Ada satu pelajaran berharga yang dapat kita ambil terkait dari sejarah peristiwa Isra’ Mi’raj, bahwa jika kita sedang terhimpit/berduka/stress/sedih dll janganlah terlalu berkepanjangan. Segeralah untuk melakukan shalat, karena shalat adalah mi’rajnya kaum beriman. Ust. Wahfiudin juga menyampaikan bahwa shalat adalah alat untuk berdzikir, (QS. 20:14). Lalu muncul pertanyaan bagaimana agar shalat kita bisa menjadi khusyu’? Beliau menyampaikan bahwa Rasulullah sudah memberitahu “Perbaharuilah iman kamu dengan memperbanyak mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallaahu”. Mengapa? Karena iman ada didalam qalbu, maka ketika diucapkan usahakan kalimat tersebut harus masuk kedalam qalbu. Untuk itu dalam berdzikir harus dengan sebuah keyakinan dan perasaan. Dalam dunia tarekat perlu adanya pelajaran dan bimbingan dari seorang wali mursyid. Acara di BSM ditutup dengan shalat isya berjama’ah disambung praktek dzikir yang menembus qalbu. Selepas acara kami dibawa oleh rekan-rekan BSM yang dikomandoi oleh Bapak Fachry, manager pemasaran untuk santap makanan khas makasar (ulu juku) di RM Nelayan. Setiba di hotel Ust Wahfiudin langsung istirahat karena kondisi beliau dari Jakarta memang sudah flu cukup berat dan berharap kondisi esok hari untuk acara jum’at ibadah bisa bertambah baik.
Dalam kajian jum’at ibadah Ust. Wahfiudin menyampaikan bahwa Indonesia adalah sebuah negara yang besar. Kekayaan alamnya begitu melimpah, penduduknya sangat potensial untuk dijadikan target pasar dan letaknya yang sangat strategis menjadikan Indonesia merupakan sasaran empuk oleh para pengusaha yang tergolong dalam kapasitas MNC (Multi National Company) untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Lalu apa yang harus kita perbuat mencermati perkembangan tersebut? Selain perlunya komitmen yang kuat dari aparatur negara, kita sebagai warga masyarakat juga dapat berperan aktif. Perubahan bukan hanya dapat terjadi dari atas ke bawah (top down) namun juga bottom up. Maka mari kita isi hari-hari kita dengan kegiatan yang baik, benar dan bermafaat. Para muballigh diharapkan mempunyai semangat sinergi dalam berdakwah dan memberikan pencerahan qalbu kepada masyarakat. Kepada para orang tua, berupayalah untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak pentingnya menjadi wiraswasta agar semakin banyak muncul pengusaha-pengusaha muda. (idn) |


GOWA - Kamis 30 juli 2009 kami berangkat ke makasar dengan garuda jam 10.35. wib dan tiba dimakasar 13.55 Wita. Tiba dimakasar telah ditunggu oleh Bp.H Firdaus dan Bp. Syamhari (panitia acara pencerahan qalbu, jum’at ibadah).
Kami langsung menuju hotel clarion, hotel yang terbilang baru di Makasar untuk rehat sejenak dan bersih-bersih badan, karena maghrib rencanya ust. Wahfiudin akan menghadiri acara dzikir dan tausiyah di kantor Bank Syariah Mandiri Makasar. Alhamdulillah perjalanan dari bandara Sultan Hasanudin menuju hotel terasa singkat karena diiringi dengan humor-humor segar dari panitia penjemputan.
Jum’at 30 Juli 2009, Ust Wahfiudin Alhamdulillah bertambah baik kondisinya dan siap untuk hadir di Masjid Agung Syech Yusuf Sungguminasa Kab. Gowa. Acara pencerahan qalbu jum’at ibadah merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh pemkab. dalam rangka pembinaan segenap aparatur pemerintahan baik Pemda, Polri, TNI, Guru maupun masyarakat umum.








